Dampak Negatif Teknologi Informasi
dan Komunikasi di Bidang Pendidikan
Ada
biaya besar yang terlibat diantara siswa miskin dan pendidikan yang dapat
berakhir menjadi kerugian. Hal ini sering disebut sebagai faktor dalam
kesenjangan digital. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan antara lain:
1.
Kemajuan TIK juga akan semakin
mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual
(HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat
plagiatis akan melakukan kecurangan.
2.
Walaupun sistem administrasi suatu
lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi
suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3.
Salah satu dampak negatif televisi
adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam
waktu yang singkat (short span of attention).
4.
Kerahasiaan alat tes semakin
terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential
Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dan
permasalahan ini adalah tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan
pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui
internet tersebut.
5.
Penyalahgunaan pengetahuan bagi
orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Kita tahu bahwa
kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang e-book berpengetahuan
tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu computer yang
tinggi maka orang akan berusaha menerobos system perbangkan dan lain-lain.
6.
Tidak menjadikan TIK sebagai media
atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya
mendownload, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung
ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
7.
Mempertimbangkan pemakaian TIK
dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam
pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung
ruginya pemakaian.
8.
Mahasiswa dan kadang-kadang guru,
bisa kecanduan aspek teknologi, bukan isi pelajaran. Hanya karena topik dapat
diajarkan melalui TIK, tidak berarti bahwa itu diajarkan secara efektif via
TIK. Bahkan jika subjek dapat diajarkan secara efektif melalui TIK, dan
ada uang yang tersedia, itu tidak selalu berarti bahwa selalu ada keuntungan
untuk itu . Ada banyak studi atau kajian yang dilakukan untuk mencari dan
melihat apakah penggunaan TIK dapat meningkatkan pembelajaran .
9.
Perlu untuk tujuan yang
jelas. TIK dipandang kurang efektif (atau tidak efektif) ketika tujuan
untuk mereka gunakan tidak jelas. Seperti menggunakan internet untuk mencari
video porno ketika menggunakan computer di sekolah.
3.3.2 Dampak Positif dan Negatif TIK
dalam Bidang Pemerintahan
Penggunaan
teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan
pihak-pihak lain disebut e-government. Penggunaan hubungan ini dapat
dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu:
a.
G2C (Government to citizen), hubungan antara pemerintah dengan
masyarakat,
b.
G2B (Government to bussines), hubungan antara pemerintah dengan
pengusaha,
c. G2G (Government to
Government), hubungan antara pemerintah
dengan pemerintah.
Konsep
e-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
oleh pemerintahan, misalnya menggunakan jaringan internet. E-government
dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan penduduk, bisnis dan
kegiatan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar